Beberapa agama dan keyakinan mempercayai adanya kehidupan sebelum kehidupan ini. Ketika menjalani kehidupan masa lalu pasti ada perbuatan baik dan buruk yang dilakukan yang akan memberikan pengaruh ke kehidupan yang sekarang yang biasa disebut dengan karma. Dengan adanya karma masa lalu dapat mempengaruhi langsung maupun tidak langsung kehidupan kita yang sekarang. Apakah bisa kita meminimalkan pengaruh tersebut?
Pernahkah Anda merenung tentang kehidupan saat ini? Kenapa dalam kehidupan ini saya kurang beruntung, ditimpa kesialan yang bertubi-tubi, kenapa nasib saya seperti ini, kenapa karma saya seperti itu. Padahal dalam hidup saya selalu berbuat baik, sering membantu orang, rajin sembahyang, kenapa begini, kenapa begitu, dan akan muncul kenapa-kenapa yang lain. Setiap manusia dalam kehidupan ini mempunyai tabungan karma baik dan karma buruk akibat karma dalam kehidupan sebelumnya. Karma buruk dan karma baik mempunyai bank yang berbeda dalam penyimpanannya. Jika kita menabung karma baik, tentu tabungan itu akan bertambah bahkan ada kompensasi berupa bunga. Semakin banyak tabungan kita, bunganya pun semakin bertambah. Suatu saat jika bunga itu sudah berbuah, maka kita sendiri akan memanennya. Sebaliknya, jika kita terus menanam karma buruk, tanaman itu pun akan bertambah subur dengan ranting-ranting yang bercabang ke sana ke mari. Setelah tiba waktunya tanaman itu berbunga dan berbuah matang, kita sendiri akan memanennya. Pada saat panen inilah timbul banyak pertanyaan dalam dirinya. Tanpa ia sadari bahwa semua itu adalah hasil tanamannya.
Pertanyaannya, apakah kita bisa menghapus karma buruk? Tentu bisa! Bagaimana caranya? Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benaknya.
Ada banyak metode untuk menghapus karma buruk itu. Salah satu yang termudah adalah berhenti menanam karma buruk, teruskan menabung karma baik. Tabungan karma buruk kita akan berkurang seiring waktu. Ibarat kita menabung di bank dengan sisa saldo 100 ribu rupiah, jika kita tidak menambahnya maka 100 ribu itu akan berkurang setiap bulannya. Tabungan yang mengendap itu akan kena pajak bank, administrasi bank, yang lama-kelamaan akan habis. Jika tabungan karma buruk sudah habis, maka kita bersiap-siap akan memetik bunga pada bank yang berbeda berupa panen buah karma baik kita. Itulah salah satu cara termudah agar penyesalan tidak datang kemudian.
Apabila anda kurang yakin dengan hukum karma ini, anda bisa buktikan dengan past life regression. Tentunya sebagai manusia awam harus didampingi oleh ahlinya. Karena apa? Karena metode past life regression tidak semudah yang kita bayangkan. Jika kita lakukan sendiri tanpa didampingi ahlinya, jangan-jangan kita tidak bisa kembali ke alam nyata ini. Itulah kompleksitas pengetahuan past life regression ini. Dengan metode ini, kita bisa mengetahui dari mana, siapa, dan apa yang kita pernah lakukan di masa lalu, bahkan kehidupan di masa lampau pun bisa terlihat dan terjawab. Namun tidak semua orang bisa melakukan past life regression. Kita harus melakukan konsultasi dengan ahlinya sebelumnya, apakah bisa melakukan past life regression atau tidak.